Fakta Tentang Mitos Keramas yang Banyak Beredar di Masyarakat


Kebanyakan orang ingin mempunyai rambut sehat serta indah. Sayangnya, masih beberapa orang yang langkah menjaga rambutnya nyatanya salah sebab terus yakin dengan beberapa mitos sekitar keramas. 

Beberapa mitos mengenai keramas yang nyatanya salah besar 

Mempunyai rambut sehat bukan sekedar jadi yang diimpikan. Anda dapat memilikinya bila Anda menjaga rambut secara benar serta telaten. Anda butuh teratur membersihkannya dengan produk perawatan rambut yang pas, serta kurangi beberapa kegiatan yang mengakibatkan kerusakan rambut, seperti memberi warna rambut. 

Bukan itu saja, Anda pun butuh tinggalkan mitos sekitar perawatan rambut yang tidak jelas faktanya. Mitos ini dapat memunculkan salah paham serta beresiko mengakibatkan kerusakan kesehatan rambut. 

Tersebut beberapa mitos sekitar keramas serta pemakaian shampo yang tak perlu Anda yakin . 

1. Seringkali keramas buat rambut panjang 

Sejumlah besar orang yakin jika keramas sering-sering membuat rambut cepat panjang. Tetapi sebenarnya, dua ini tidak terkait. Memanjangkan rambut dengan seringkali keramas hanya mitos semata. 

Meringkas WebMD, rambut mempunyai babak pertumbuhannya sendiri. Rambut akan tumbuh sendiri, biasanya 15 cm per tahun atau 0,44 mm /hari. Tetapi, tiap orang mempunyai pergerakan perkembangan rambut yang berlainan. 

Sampai sekarang belumlah ada riset yang menunjukkan seringkali keramas bisa percepat perkembangan rambut. Kenyataannya, arah keramas bukan untuk memanjangkan rambut, tetapi bersihkan rambut dari kotoran. 

2. Seringkali keramas mengakibatkan kerusakan rambut 

“Jangan seringkali keramas, kelak rambutmu rusak, lho!” Pernyataan ini tentu familiar di telinga Anda. Sayang, ini tidak seutuhnya benar. 

Buat orang yang berketombe, seringkali berkeramas bisa jaga rambut serta kulit kepala masih bersih. Begitu halnya orang yang gampang berkeringat serta mempunyai rambut berminyak, seperti yang dianjurkan American Academy of Dermatology. 

Bila orang berketombe serta keadaan rambutnya berminyak selanjutnya jarang-jarang keramas, keadaan rambutnya akan makin kronis. Rambut jadi lembap serta kotor sebab kulit kepala yang terkelupas terus menumpuk. Keadaan rambut semacam ini tentu membuat Anda jadi tidak nyaman, kan? Jadi, orang dengan permasalahan ini justru dianjurkan untuk seringkali keramas. 

Tetapi, seringkali keramas memang dapat datangkan permasalahan buat yang type rambutnya normal. Paparan bahan kimia dapat membuat rambut jadi kering. Jadi, sebegitu seringkali keramas tergantung pada keperluan serta keadaan rambut Anda. 

3. Badan akan kebal dengan shampo yang biasa Anda gunakan untuk keramas 

Tahukah fakta mengapa shampo yang sama terus-terusan tidak efisien untuk menjaga rambut? Sejumlah besar orang yakin ini berlangsung sebab badan Anda kebal dengan bahan aktif yang berada di shampo. Seperti, langkah kerja obat antibiotik dengan bakteri tersendiri di badan. 

Walau keliatannya benar, ini cuma mitos. Shampo yang telah lama Anda pakai memang tidak terus-terusan memberi dampak yang optimal dalam menjaga rambut. Faktanya, sebab keadaan rambut Anda yang terus beralih. Baik itu dikuasai oleh umur, cuaca, kegiatan, serta keadaan medis tersendiri. 

4. Keramas dengan shampo yang banyak busa itu lebih bersih 

Mitos paling akhir yang tak perlu Anda yakin, yaitu makin banyak busa shampo yang dibuat waktu keramas berarti lebih efisien bersihkan rambut. 

Butuh Anda tahu jika busa cuma elemen penambahan untuk memberitahu ruang rambut yang telah terserang shampo. Tetapi, tidak semua produk shampo diperlengkapi dengan agen penghasil busa. Jadi, jangan pilih shampo yang pas untuk rambut berdasar jumlahnya busa. 

Sudah mengetahui mitos apa yang tersebar tentang keramas dengan shampo? Nah, diinginkan Anda tidak salah mengaplikasikan perawatan rambut serta memakai shampo secara benar.

Belum ada Komentar untuk "Fakta Tentang Mitos Keramas yang Banyak Beredar di Masyarakat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel