Cara Menghadapi Perlakuan Bodi Shaming


Bodi shaming pasti memunculkan perasaan yang tidak menyenangkan pada korbannya. Saat mendapatkan perlakuan bodi shaming, korban akan merasakan malu pada keadaan tubuhnya serta merasakan jika bentuk tubuhnya buruk hingga butuh diperbaiki. 

Jadi contoh, bila korban merasakan tubuhnya gemuk, ia akan lakukan beberapa langkah untuk turunkan berat tubuh, dari mulai meredam makan, memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi, atau memakai obat pencahar. Keadaan ini terhitung masalah mental yang membutuhkan perlakuan selanjutnya dari psikolog atau psikiater. 

Bukan sekedar berefek pada korban, aksi bodi shaming dapat juga berefek pada aktor. Waktu mengomentari tampilan orang, aktor merasakan lebih baik dibanding korban serta ini dapat jadi bumerang buat dianya. 

Saat satu orang memandang badan orang gemuk, ia akan merasakan dianya langsing serta tak perlu jaga berat tubuh, hingga tanpa ada sadar ia jadi lebih rawan alami kenaikan berat tubuh. Atau sebaliknya, benar-benar cemas dianya bisa menjadi gemuk serta kembali dikatai orang, hingga jalani diet terlalu berlebih dengan tidak sehat. 

Panduan Hadapi Perlakuan Bodi Shaming 

Buat beberapa orang, memberi komentar tampilan mitra atau orang adalah satu hal yang lumrah, tanpa tujuan apa pun. Tetapi, jadi target komentar itu memang tidak menyenangkan. Berikut cara-cara untuk kurangi perasaan malu, sesudah terima perlakuan bodi shaming: 

1. Berlatih untuk mensyukuri keadaan diri kita 

Tetap ada suatu pada kita yang pantas kita syukuri, contohnya daya fikir serta kreatifitas yang tinggi, karakter diri yang menyenangkan, talenta di bagian tersendiri, atau kesehatan yang memampukan kita jalani hidup dengan produktif. 

Dengan fokus pada beberapa hal yang positif dalam kita, rasa sukur akan tumbuh, hingga kita bisa terima serta menyukai diri kita. 

2. Mengerti serta terima kekurangan pada diri kita 

Bertubuh kurus, berkulit gelap, atau memiliki rambut keriting bukan suatu yang negatif. Jadi berhentilah membuat beberapa hal itu memunculkan kesan-kesan negatif dalam diri kita (inner bully), sebab akan membuat Anda jadi tidak yakin diri karena suatu yang sebetulnya tidak penting. 

Bila memang beberapa hal itu bisa diperbaiki, karena itu lakukan suatu untuk melakukan perbaikan. Buat jadi perasaan negatif itu jadi penyebab motivasi. Tetapi jika tidak bisa diperbaiki, belajarlah untuk menerimanya jadi sisi dari diri Anda. Bangun kekuatan lain yang dapat menutupi kekurangan Anda itu. 

3. Buat inner suporter untuk menantang inner bully 

Berikan beberapa kata sebagai penguat buat diri kita, contohnya ‘saya cantik’ atau ‘saya seksi’. Semakin seringkali beberapa kata ini diulangi, Anda akan semakin memercayainya. Dengan demikian, Anda tidak memperdulikan perlakuan bodi shaming yang Anda terima dari orang pada keadaan fisik Anda. 

Ingat, apa yang Anda pikirkan mengenai diri kita lebih penting dibanding apa yang orang pikirkan mengenai Anda. Jangan dibiarkan opini orang tentang satu hal kecil pada badan Anda melumpuhkan kekuatan besar di diri Anda. 

4. Merubah sudut pandang pada diri kita 

Bila satu orang yakini bentuk tubuhnya atau keadaan fisiknya jelek, karena itu info yang menjelaskan sebaliknya tidak diolah oleh otak. Oleh karenanya, gantilah dulu sudut pandang serta opini Anda pada diri kita. 

Semakin Anda meyakini diri Anda jelek, semakin gampang aksi bodi shaming memunculkan efek negatif pada diri Anda, serta semakin susah Anda terima pujian atau beberapa kata positif dari orang. 

5. Selektif pada pesan di sosial media 

Pemakaian sosial media ikut punya pengaruh pada persepsi satu orang pada bodi shaming. Oleh karenanya, pilih pesan positif di sosial media, ikuti account yang mempopulerkan ajakan untuk terima

Belum ada Komentar untuk "Cara Menghadapi Perlakuan Bodi Shaming "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel